Blaise Pascal

Blaise Pascal
(1623-1662)

Blaise Pascal adalah seorang ilmuwan dan matematikawan yang lahir di Clermont. Sebelum berusia 16 tahun Pascal memiliki ketertarikan yang besar pada geometri. Ternyata Pascal mempelajari geometri secara otodidak. Lalu seorang teman ayahnya memberi Pascal sebuah buku elemnt karangan Euclid.

Latar Belakang Keluarga
Semenjak umur 4t tahun Pascal diasuh oleh ayahnya yang bernama Etienne. Ini dikarenakan ibunya meninggal ketika melahirkan Jacqueline, adik perempuannya. Selain Jacqueline, pascal juga memiliki kakak perempuan yang bernama Gilberte. Kelak, kedua saudaranya sangat berpengaruh dalam hidup Pascal.
Setelah Gilberte menikah dengan Mr. Perier.Dia beserta adik dan ayahnya pindah bersama Gilberte ke Paris agar mendapat pendidikan yang lebih layak. Ketika pascal menginjak usia 15 tahun, Etienne bersekongkol untuk menentang gereja yang menarik pajak kepada rakyat. Persekongkolan Etienne dianggap sebagai suatu pembangkangan terhadap pemerintah. sehingga pemerntah melakukan penangkapan terhadap anggota persekongkolan. Namun ayah Pascal berhasil melarika diri dan meninggalkan anak-anaknya di Paris.
Tidak lama setelah penangkapan tersebut Jacqueline mendapat undangan dari kerajaan untuk berakting. Meskipun ia tidak secantik sebelumnya karena baru saja terserang cacar namun aktingnya yang bagus membuat keluarga kerajaan terpukau. Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk merayu kerajaan agar mau membebaskan ayahnya. Akhirnya, Etienne di panggil pulang ke Paris atas permintaan Jacqueline. Tidak hanya itu, Etienne juga diangkat menjadi petugas pajak di wilayah Normandia.
Pengangkatan Etienne menjadi petugas pajak inilah yang mendorong Pascal untuk membuat mesin hitung guna meringankan tugas sang ayah. Ketika Pascal berusia 18 tahun pascal telah berhasil menciptakan mesin hitung yang dapat melakukan operasi penjunlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian.

Pendidikan
Meskipun Pascal tidak mengenyam pendidikan di bangku sekolah tapi ia mendapat pelajaran dari ayahnya dan kadang kala dari guru pribadi. Ini dikarenakan Etienne memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan. Ia mempunyai keyakinan yang unik dalam mendidik anak. Dia percaya bahwa kemampuan belajar seorang anak sangat bergantung pada usia. Sehingga Pascal tidak pernah dipaksa untuk belajar sesuatu diatas kemampuannya. Bahkan ia mempunyai tahapan tersendiri dalam mengajar Pascal. Yang pertama diajarkannya ialah ilmu pengetahuan alam. Setelah itu penguasaan bahasa akan diajarkan pada usia 12 tahun. Sedangkan matematika akan diajarkan setelah menginjak usia 16 tahun.
Selama berada di Paris Pascal disertakan sebagai anggota diskusi di rumah Mersenne yang tidak jauh dari Paris. Sejak saat itu Pascal sering berdiskusi dengan tokoh-tokoh terkemuka seperti Descartes, Fermat dan Roberval. Sejak saat itu minatnya terhadap ilmu pengetahuan semakin bertambah.
Ketika berusia 13 tahun, Pascal menemukan segitiga pascal.Dua tahun kemudian, dia menemukan teorema pascal yang berbunyi titik-titik singgung pada sisi-sisi sebuah segi enam pada sebuah kerucut terletak pada suatu titik. Teorema ini dapat digunakan untuk menjbabarkan lebih dari 400 preposisi pada buku kerucut.tidak hanya itu, teorema ini juga merupakan teorema dasar pada geometri proyektif.

Sisa Hidup
Berdasarkan kondisi kesehatan yang tidak terlalu bagus, dokter menganjurkan Pascal untuk tidak terlalu banyak bekerja. Selain itu ia dianjurkan untuk mencari kegiatan yang dapat membuatnya merasa senang. Sayangnya anjuran ini dijadikan alasan oleh Pascal untuk berjudi dan berfoya-foya. Hidup seperti ini sangat menguras hartanya. Untuk itu dia berusaha menjual mesin hitung pada ratu Christina dari Swedia meskipun akhirnya ditolak.
Sekitar tahun 1651 Pascal mendapat warisan dari ayahnya yang baru saja meninggal. Harta ini pun akhirnya habis di meja judi. Lalu Pascal memanfaatkan ilmu matematikanya untuk menulis buku teks bagi anak-anak sekolah di Port Royal. Sedangkan waktu luangnya digunakan untuk kegiatan misionaris. Selama menghabiskan waktu di gereja, Pascal menjual semua barang yang memberinya kesenangan duniawi. Uang yang dia peroleh dari hasil penjualan disumbangkan pada fakir miskin. Meskipun dia harus berhutang bahkan menjadi pengemis untuk bertahan hidup.
Pada tahun 1662 kondisi kesehatan Pascal semakin buruk. Namun dia menolak semua bantuan yang bertujuan untuk meringankan penyakitnya. sebelum meninggal, dia memiliki keinginan yang aneh. Dia ingin meninggal di rumah sakit seperti umumnya orang miskin. Sedangkan yang biasa meninggal di rumah adalah orang kaya. Sayangnya, keinginan tersebut tidak terlaksana. Pascal meninggal setelah lama tidak sadarkan diri sehngga penyebab kematiannya tidak diketahui secara pasti.

Sumbangsih

Selain memberikan kontribusi besar terhadap matematika, dia juga meninggalkan karya yang tidak berkaitan dengan matematika yang berjudul pensees dan provincial letters. Sedangkan dalam bidang fisika, dia ikut memberi sumbangsih dalam bidang hidrostatik dengan ekeperimen tabung.

By : Aqitis Saqiroh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: